Tuesday, May 18, 2010

Ready Made Chiffon Batik For Raya

This is my latest collections.... Kalau berminat boleh order dan detail tempahan adalah seperti di sebelah.

BAJU : CHIFFON ( 2 LAYER DI TANGAN)
KAIN : CREPE (with lining), kain duyung, siap berjahit

CJ 005 : Price RM 320



CJ 006 : Price RM 320


CJ 007 : Price RM 320



CJ 008 : Price RM 320


BAJU : CHIFFON (Lengan Biasa)
KAIN : SUTERA JAQUARD (Pario - Kain Lepas)
SIZA  : Free Size

CJ 009 : PRICE RM 280



CJ 010 : Price RM 280




CJ 011 : Price RM 280



CJ 012 : Price RM 280




CJ 013 : Price RM 280




BAJU : CHIFFON ( PERGELANGAN TANGAN GETAH CENGKAM)

KAIN : CREPE (with lining), kain duyung, siap berjahit

CJ 014 : PRICE RM 320  - (SOLD) to Haryanty



CJ 015 : Price RM 320 - SOLD to Haslina



CJ 016 : Price RM 320

Bazar di Bangsar (1st to 2nd May 2010)

Salam Semua,

Maaf atas kesibukan, dan tak sempat nak load koleksi batik yang telah diambil terus dari Terengganu. Kali ni saya sempat load gambar semasa Jualan Bazar di Bangsar. Siap ada Wardina gitu, datang dekat booth saya dan my sister.
Ni gambar I dengan Hubby (dia bagi full support gitu)



Ni lah gambo semasa Wardina and anak dia berkunjung ke gerai I and my sis. Anak dia minat tul ngan Thomas. Nampak baju Thomas, terus ambik dengan hanger sekali bagi mama dia.

Sunday, February 7, 2010

kain warisan leluhur - Sumatra

Songket Aceh
Kain Songket Aceh atau tenun ikat tradisional Aceh ini adalah kerajinan tangan yang dilakukan secara tradisional dan turun temurun dengan menggunakan alat tenun tradisional.  Hasil dari tenunan tradisional ini kemudian dibuat berbagai macam keperluan, antara lain: sebagai bahan pakaian adat tradisional Aceh, hiasan meja, hiasan dinding, serta keperluan lainnya.

Finally...!
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Selatan telah mengusulkan untuk mematenkan sebanyak 77 motif songket Yang sudah didaftarkan ( sejumlah 77 motif ) yang berasal dari daerah tersebut. dan akan segera menyusul dalam waktu dekat ini untuk hak paten pempek dan turunannya.


Ternyata Ada Juga Batik dengan Motif khas dari Aceh.

Dann... Aceh ternyata memiliki Batik, sama seperti Jawa. Motif batik Aceh menggunakan unsur alam dan budaya dalam paduan warna yang berani yaitu merah, hijau, kuning, merah muda, dan sebagainya. Motif yang digunakan dalam batik Aceh itu mempunyai arti untuk masyarakatnya.Seperti,
Motif pintu misalnya, menunjukkan ukuran tinggi pintu yang rendah yang melambangkan kepribadian orang Aceh. Rumah adat Aceh memang berpintu rendah, namun di dalamnya memiliki ruangan yang lapang hal ini. Ciri khas itu menandakan bahwa rakyat Aceh memiliki tabiat dan adat-istiadat yang tidak mudah terbuka dengan orang asing, tetapi akan menjadi sangat baik bahkan bagaikan saudara kandung bila sudah saling mengenal. Kuatnya pengaruh Islam juga turut mewarnai motif-motif batik. Di antaranya ragam hias berbentuk sulur, melingkar, dan garis.



Kain Ulos Medan
Medan Bahh..!! Horas..
Kain Ulos khas Danau Toba didominasi warna merah, hitam, dan putih. Dahulu, kain ini hanya digunakan sebagai selendang dan sarung untuk pasangan kebaya, namun pada saat ini telah dijadikan sebagai produk suvenir, sarung bantal, ikat pinggang, tas, pakaian, alas meja, dasi, dompet, dan kain gorden.

Bagi orang Batak, Kain Ulos tidak saja digunakan untuk pakaian sehari-hari, tetapi juga untuk upacara adat. Pemakaian kain ini secara garis besar ada tiga cara, yaitu dengan siabithononton (dipakai), sihadanghononton (dililit di kepala atau bisa juga ditenteng), sitalitalihononton (dililit di pinggang).


 Batik Bengkulu - Kain Besurek

Sekarang kita Kearah bengkulu, agak loncat siiihh.. Daerah Bengkulu pun memiliki batik khas yang disebut Kain Besurek. Batik besurek bisa juga diartikan sebagai batik bertulisan. disebut besurek, karena pada hakikatnya, motif utama batik besurek adalah huruf kaligrafi. Di beberapa kain, terutama untuk upacara adat, kain ini memang bertuliskan huruf Arab yang bisa dibaca. Tetapi, sebagian besar hanya berupa hiasan mirip huruf Arab.
Proses pembuatannya sama dengan batik di pulau Jawa, ada batik tulis dan batik cap. Yang membedakan adalah motifnya. Motif khas dari kain Basurek ini adalah huruf kaligrafi (huruf arab) dan bunga raflesia arnoldi.




Riau 

Batik Riau
Di Riau ada batik Batik Selerang yang sayangnya kabarnya sudah menghilang dan Batik Tabir. Batik Tabir warnanya lebih terang dan cerah seperti merah, kuning, hijau. Corak dan motif batik Riau adalah bunga bintang, sosou, cempaka, kenduduk.

Perbedaan mendasar, Batik Selerang menggunakan sistem printing sementara Batik Tabir dibuat berdasarkan sistem tulis dan tolek. Jika sistem printing, sekali produksi minimal 750 meter. Tetapi sistem tulis dan tolek dapat dibuat 5-6 meter.

Di Riau juga terdapat tenun tradisional yang masih sangat orisinil yang telah berumur puluhan tahun. Tenunan tradisional itu berasal dari daerah  Indragirihilir, Siak, Dumai, Bengkalis dan Indragirihulu

Tenun Riau 
Pembuatan tenun dari Riau ini masih menggunakan alat tenun “kik” atau juga dikenal dengan alat “gedogan”.  tapi menghasilkan kain tenun berkualitas halus dengan menggunakan benang sutera/sutra ulat dan sistem zat perwarnaan alam. Pengembangan tenun songket ini telah menghasilkan Tenun Siak, Tenun Bukit Batu dan Tenun Indragiri.

Salah  satu daerah penghasil tenun ini berasal dari desa bukit batu di Kabupaten Bengkalis, Riau







Jambi
Batik Jambi
 Batik Jambi sebenarnya sudah ada sejak abad 17.  Beberapa corak batik tersebut adalah corak/ motif tampuk manggis, durian pecah, kajanglako, dan motif angsoduo.
Ketua Dekranasda Provinsi Jambi Ratu Munawwaroh Zulkifli, mengatakan, batik Jambi sudah ada sejak abad 17.
Saat ini batik tersebut berada di Belanda.







Motif songket Jambi. 













Songket Palembang

Para pedagang dari Tiongkok, datang membawa kain sutera sedangkan pedagang India membawa benang emas dan perak. Kedua bahan itu kemudian digabungkan oleh tangan-tangan terampil para gadis Palembang. Mereka menenunnya di pedesaan hingga menghasilkan kain tenun yang mencirikan kebudayaaan Melayu. Kain itu kemudian dikenal dengan nama Songket yang menjadi kain khas Palembang yang tersohor di Pulau Sumatera, Semenanjung Malaka hingga pelosok tanah air bahkan mancanegara. Sebelum ditenun, benang sutra yang awalnya berwarna putih dilakukan proses pewarnaan terlebih dahulu. Kemudian dilanjutkan dengan tahap pencukitan. Baru kemudian penenunan dimulai.

 

Tuesday, January 19, 2010

kain warisan leluhur - jawa

Tuliasan saya kali ini akan membahas kekayaan budaya ini pada motif motif kain yang ada. tapi, tidak semua daerah. hanya motif - motif kain tertentu yang belum banyak terekspos oleh media.


KAIN Ciri Khas Indonesia - Jawa timur.

motif ini banyak dikembangkan oleh masyarakat sekitar Jember karena banyaknya perkebunan tanaman  ini di sekitar jember penggunaan pewarna alami yang berbahan dari tumbu-tumbuhan pemerintah kota banyak melakukan pelatihan batik tulis yang diikuti perajin se-Kabupaten Jember. Selain itu untuk mengembangkan BATIK cirikhas dari Jember Bupati Jember MZA Jalal pada tanggal 25 Maret 2009 pada acara bedah Desa mengembangkan BATIK SUMBERJAMBE.

KAIN CIRI KHAS Indonesia - Jawa Barat
Tadi sekilas  kita mabahas tentang kerajinan kain batik dari salah satu daerah di Kab jember di Jawa timur.

Sekarang kita beralih ke Jawa Barat, tepatnya ke kab. Pandeglang Banten. Suku Asli dari Pandeglang dikenal dengan Suku Baduy.
kenali dan kunjungi suku baduy di pandeglang banten

suku baduy menempati kampung-kampung yang terpisah, yaitu baduy luar dan baduy dalam. Pakaian yang biasa dikenakan Baduy Dalam lebih didominasi berwarna putih-putih. Sedangkan, Baduy Luar lebih banyak mengenakan pakaian hitam dengan ikat kepala bercorak batik warna biru.
Baduy Dalam, untuk laki-laki memakai baju lengan panjang yang disebut jamang sangsang,
Mereka tidak memakai celana, karena pakaian tersebut dianggap barang tabu.

Bagi suku Baduy Luar, busana yang mereka pakai adalah baju kampret berwarna hitam.
Sedangkan, busana yang dipakai di kalangan wanita Baduy, baik Kajeroan maupun Panamping tidak menampakkan perbedaan yang mencolok.  Mereka mengenakan busana semacam sarung warna biru kehitam-hitaman dari tumit sampai dada. Bagi wanita yang sudah menikah, biasanya membiarkan dadanya terbuka secara bebas, sedangkan bagi para gadis buah dadanya harus tertutup. Untuk pakain bepergian, biasanya wanita Baduy memakai kebaya, kain tenunan sarung berwarna biru kehitam-hitaman, karembong, kain ikat pinggang dan selendang.


Motif  Batik Banten

Yang sangat menarik, batik banten memiliki tampilan warna yang sangat meriah, gabungan dari warna warna pastel yang berkesan ceria namun juga lembut. Yang menurut Pak Ambhary (Alm), sangat cocok dalam menggambarkan karakter orang banten yang memiliki semangat tinggi, cita-cita tinggi, karakter yang ekspresif namun tetap rendah hati. Dan berdasarkan penjelasan lebih lanjut dari Pak Uke, paduan warna tersebut ternyata sangat dipengaruhi oleh air tanah, yang dalam proses pencelupan, mereduksi warna warna terang menjadi warna pastel karena kandungan yang ada di dalamnya.

Masing masing motif batik tersebut juga diberikan nama nama khusus yang diambil dari nama tempat, bangunan, maupun ruang dari situs Banten Lama dan juga dari nama gelar di masa Kesultanan Banten.

KAIN CIRI KHAS Indonesia - JawaTengah.
JAwa tengah merupakan surga dari batik. hampir semua daerah di Jawa tengah ini telah menjadi produsen dengan paten motifnya sendiri-sendiri.
ada satu daerah yang saya kurang mendengar gaungnya, meskipun daerah ini juga telah mematenkan batik ciri khas dari daerahnya.
Batik dari Bakaran ( Pati ).
Pati adalah daerah perbatasan antara Jawa timur dengan Jawa tengah. disana mungkin lebih terkenal dengan tambak bandeng, karena memang disana terdapat berhektar-hektar tambak.
Tapi bukan bandeng yang mau saya uraikan pada tulisan saya ini, melainkan Batik yang telah ada sejak tahun 1471 Masehi dan erat hubungannya dengan seorang penjaga benda–benda seni kerajaan Majapahit yang bernama Nyi Sabillah (Nyi Danauwati) MOTIF BATIK TULIS BAKARAN BERDASARKAN GEOGRAFIS DAN FILOSOFI
Motif batik tulis Bakaran bila dilihat dari segi warna mempunyai mempunyai ciri tersendiri, yaitu warna yang mendominasi batik Bakaran Wetan adalah hitam dan coklat. Unsur corak/motifnya beraliran pada corak motif batik Tengahan dan batik Pesisir. Aliran Tengahan, karena yang memperkenalkan batik tulis pada wilayah Desa Bakaran adalah dari kalangan kerajaan Majapahit.
Dan beberapa motif pesisir yang lain.
Corak tersebut pada umumnya berbeda dengan corak batik daerah lain, baik dari segi gambar, ornament maupun warnanya. Serta pada setiap motif mempunyai makna yang sangat filosofis.
sumber : Batik Bakaran



Tuesday, January 5, 2010

Batik Tulis Jawa timuran -1














 Bamara 1

Batik tulis dengan 4 Kalo proses pewarnaan.

Panjang:
lebar :
Harga Rp 175.000


                            









Bamara 2

Batik tulis dengan 2 Kali proses pencelupan dan 3 kali proses pewarnaan.
Panjang:
lebar :

Harga Rp 175.000












Bamara 3

Batik tulis dengan 4 Kali proses pewarnaan.
Panjang:
lebar :

Harga Rp 200.000












Bamara 4

Batik tulis dengan 2 Kal1 proses pewarnaan.
Panjang:
lebar :

Harga Rp 125.000











Bamara 5

Batik tulis dengan 5 Kalo proses pewarnaan. dan proses penggambaran yang sangat halus.

Panjang:
lebar :

Harga Rp 125.000











Bamara 6

Batik tulis dengan 3 Kai proses pewarnaan. Dengan detail yang sangat rumit dam membutuhkan kesabaran ketika mengambarnya

Panjang:
lebar :

Harga Rp 275.000













Bamara 7

Batik tulis dengan 3 Kali proses pencelupan. dan 2 kali proses pewarnaan.

Panjang:
lebar :

Harga Rp 175.000












Bamara 8

Batik tulis dengan 5 Kalo proses pewarnaan. dan proses penggambaran yang sangat halus.

Panjang:
lebar :

Harga Rp 865.000












Bamara 7

Batik tulis dengan 3 Kali proses pencelupan.
Panjang:
lebar :

Harga Rp 175.000
















Bamara  8

Batik tulis dengan 5 Kalo proses pewarnaan. dan proses penggambaran yang sangat halus dan detail.

Panjang:
lebar :

Harga Rp 865.000

Monday, January 4, 2010

Astaning LAKSMI

astaning LAKSMI merupakan wadah untuk menyalurkan aspirasi untuk memopulerkan batik kontemporer yang ada di Indonesia.
dengan harapan menjadikan Batik telihat lebih modern.